Sabtu, 23 Juli 2011

cerpen ku P & J











Di sebuah lembaga bimbingan belajar (BimBel) bertemulah seorang cewek yang bernama Jull dan seorang cowok yang bernama Putra. Jull kelas 9 SMP Pelita Bangsa dan Putra kelas 9 SMP Diponegoro. Pertemuan mereka itu biasa saja. Ya memang biasa saja, mereka belum saling kenal. Tapi dari pertemuan pertama kali itu Jull uda sebel dengan Putra. Entah kenapa, sebel pokoknya. Orangnya itu sok pinter, sok care, cerewet, wah pokonya nggak banget lah. Sebelnya lagi Putra sekelas dengan Jull.
Dalam hatinya Jull ,“idih,,,sekelas ma tu anak lagi. Mimpi apa gue semalem sekelas sama orang yang nyebelin”.
Di kelas Jull hanya diam. Tapi kadang kala Putra menggoda Jull karena sifat pendiamnya Jull itu. Saat Putra menggoda Jull, Jull cuek banget. Soalnya emang sebel dulu sih. Apalagi saat ada Outbond Study di acara BimBel itu, Jull satu team dengan Putra. Putra jadi ketua dari team itu.
“huft”, hela napas si Jull.
Jull bicara dalam hati,“gila, gue satu team ma tu orang. Dia jadi leader lagi. Hah, nurut semua apa maunya aja deh. Males banget deh satu team ma Putra yang super nyebelin itu”.
            1 minggu sebelum Ujian Nasional (UN) aktifitas kegiatan belajar mengajar di BimBel itu sudah berhenti. Hari-hari tenang sudah mulai. Tinggalah menunggu hari UN yang bikin hati para pelajar dag dig dug. Semenjak itu, Jull dan Putra sudah tidak pernah ketemu lagi. Mereka sibuk dengan persiapan Ujian Nasional dan SMA yang akan dipilih untuk sekolah lanjutan. Setelah UN selesai, Jull mencoba mengikuti seleksi PB2D (Penjaringan Bibit Berprestasi Daerah) yang diadakan SMA Kartini. Dan akhirnya Jull pun diterima di SMA itu. Tapi masih ada satu jalur lagi yaitu jalir dengan tes. Jull nggak tau kalu Putra ternyata mengikuti tes itu. Jull tau setelah Putra diterima di SMA Kartini juga.
            Dalam hati Jull ,“aduh, kenapa gue harus satu sekolah dengan Putra? Ya Tuhan, semoga gue nggak sekelas dengan dia, amin”.
            Pembagian kelas pun sudah diumumin. Jull dapat kelas X-E dan putra dapat kelas X-I. Jull seneng banget karena nggak sekelas dengan Putra itu. Kelas Putra berada diujung kiri, dan kelas Jull juga berada diujung kanan. Jadi mereka jarang sekali ketemu. Ketemu pun juga nggak pernah say hello.
            Kelas X sudah berjalan satu semester. Jull dan Putra sudah tidak pernah ada cerita lagi. Namun saat semester 2, tepatnya 1 minggu sebelum diadakan tes tengan semester ada pesan masuk di HP Jull. Pesan itu hanya sekedar bosa-basi belaka. Bahkan yang ngirim pesan itu pun tidak mau memberi tahu siapa dia. Dia hanya bilang kalau dia itu teman sekelas waktu les Bimbel kelas 9 dan sekarang juga satu sekolah. Jull bingung karena temen yang sekelas waktu les BimBel dan satu sekolah itu banyak. Jull bingung dan akhirnya pesan itu nggak diurusi dengan Jull lagi karena ribet banget. Memberi identitas diri aja susah banget. Keesokan harinya Jull sekolah dan saat dikelas HP Jull dipinjem oleh temen Jull yang bernama Aim. Ternyata Aim membuka pesan masuk yang ada di HP Jull.
            Aim bertanya ,”Jull, kenapa pesan ini nggak loe bales?”.
Dengan santai dan sedikit kesel,
            Jull menjawab ,“Yah Im, tu orang nggak mau ngasih tau siapa namanya. Katanya sih anak sini juga terus dia dulu juga satu kelas les BimBel waktu kelas 9 sama aku. Ah biarin aja, nggak penting juga tu orang Im.”
Dengar jawaban dari Jull itu, Aim malah cenga-cengir.
            Saut Jull ,“Ih, kenapa loe Im? Ada yang lucu dengan jawaban gue tadi ya. Kayaknya jawaban gue nggak ada yang lucu kok. Ngapain loe cenga-cengir.”
Si Aim semakin cengar-cengir lagi,
            dia bilang ,“haha, Jull..Jull. Gue tau tu orang yang ngirim pesan loe siapa.”
Jull terkejut dan langsung nyambung obrolan Aim itu,
            ”what? Loe tau Im? Siapa itu Im. Kasih tau gue. Gue penasaran sama tu orang. Nyebelin banget deh. Katanya dia temen gue, tapi ngasih tau namanya aja susah banget”.
            Jawab Aim ,”oooo,tidak bisa. Gue nggak mau kasih tau orangnya. Cari aja sendiri. Gue kasih tau aja kalau dia anak kelas X-I kelas diujung kiri sana.”
            Sepulang sekolah, Jull bergegas ke kelas X-I dan Jull bertanya sama salah satu temen Jull yang anak X-I. Temen Jull bernama Handa.
            Tanya Jull, ”eh Han, gue mau tanya nih. Tau ni nomer nggak? (dengan memperlihatkan nomor ke Handa)”.
            Jawab Handa, “emmm, kayaknya gue tau. Oh ya itu nomor Putra. Bentar gue cek dulu. (sambil ngecek beberapa detik). Iya bener, itu nomor Putra”.
            Wah,wah,wah, tau itu nomor Putra Jull kaget ternyata yang SMS Jull itu Putra. Jull ucapin thanks ke Handa dan langsung kembali ke Aim. Jull marah-marah ke Aim.
            Kemarahan Jull , ”Im, kok Putra bisa SMS gue. Dia dapet nomor gue dari mana?”.  
            Jawab Aim ,”sorry Jull, kemarin Putra minta nomor loe ke gue. Gue sih uda nggak ngebolehin, gue takut kalau loe marah. Tapi Putra pinjem HP gue. Terus dia buka-buka kontak gue deh. Sorry ya Jull”.
Jull menjawab tapi agak ketus gitu,“Ya uda deh Im. Uda terlanjur juga.”
            Setiap hari Putra selalu SMS Jull. Mereka SMS ya seperti teman biasanya. Jull merespon SMS Putra tiap harinya karena memang Jull yang selalu kesepian tiap di rumah. Hari-hari Jull selalu ditemeni Putra lewat SMS itu. Kedekatan pertama mereka itu saat pulang sekolah. Putra nawarin pulang bareng dengan Jull. Sebenernya Jull nggak mau karena nggak enak sama Putra aja. Namun saat itu HP Jull dibawa oleh Aim, dan Aim membalas SMS itu kalau Jull mau dianterin pulang oleh Putra. Beberapa menit kemudian, Putra dateng. Aduh, Jull rasanya malu banget. Di sekitar situ masih banyak banget anak-anak lain yang belum pulang. Ya sudah deh terpaksa Jull bonceng Putra itu juga keinginan temen-temen Jull yang aneh itu. Dari itu, mereka jadi sering ngobrol. Mereka selalu sharing bareng tentang soal-soal tes tengah semester.
            Jull tanya pada putra, ”eh, loe uda nggak ikut BimBel lagi?”.
            Jawab Putra,”nggak ok. Males gue ikut lagi. Emng loe ikut lagi?”.
            Jawab Jull,”iya, gue ikut lagi. Temen-temennya juga masih kayak dulu kok Tra. Ikut lagi to? (iseng ngajak)”.
            Respon Putra,”loe ikut lagi? Wah ok tdeh gue mau ikut lagi”.
            Jull kaget. Sebenarnya Jull hanya iseng nawarin eh ternyata mau juga.  Berapa hari kemudian Putra uda mengikuti BimBel itu dan dia sekelas dengan Jull. Hari pertama dia masuk les, sebenarnya Putra duduk belakang, tapi tiba-tiba dia pindah depan dan duduk disebelah Jull. Entah kenapa dia selalu mendekat ke Jull. Bahkan dia selalu bertanya kepada Jull. Yah, Jull selalu menjawab yang Putra tanyakan karena Putra akan ulangan bab itu. Itung-itung bantulah. Saat pulang, Putra nawarin pulang bareng pada Jull. Jull terima tawaran aja. Suasana pada saat itu ujan dan susah nyari ojeknya. Mereka pulang dengan hujan-hujanan. Setiap les, mereka selalu berangkat bareng. Putra selalu menjemput Jull dan pulangnya juga selalu dianter oleh Putra. Di kelas les pun Putra selalu duduk di samping Jull. Sampai-sampai temen-temen yang lain itu heran kok Putra pasti selalu duduk di samping Jull. 3 minggu Jull dekat  dengan Putra. Semua itu karena Aim. Sebenarnya sih Jull nggak mau deket dengan Aim tapi katanya temen-temen jadi cewek tu jangan sok cuek. Nanti malah kena getahnya sendiri. Ya sudah, Jull mencoba untuk menjadi cewek yang nggak cuek. Setelah 3 minggu itu sifat Putra berubah, dia menjadi perhatian dengan Jull. Sampai-sampai tugas Jull yang belum diprint pun diprint oleh Putra tanpa sepengetahuan Jull. Dan yang berbeda lagi dari kata-kata SMSnya. Lebih perhatian banget. Jull semakin bingung, ini semua ada maksud apa.  Tapi Jull tetap jalani aja dengan happy. Dan tiba pada waktunya, sepulang les Jull diantar pulang oleh Putra. Diperjalanan tiba-tiba dia ngomong,
            Putra ,”Jull, kita kan uda deket 3 minggu nih. Dan gue udah ngerasa klop sama loe. Loe mau nggak jadi pacar gue?”.
Denger Putra ngomong gitu jantung Jull langsung berdetak kencang. Mulut tu serasa nggak bisa berkata-kata lagi. Jull bingung harus gimana. Dan Putra nggak minta jawaban saat itu juga. Dia memberi waktu pada Jull 2 hari. Sampai di rumah Jull, Jull langsung turun dari motor itu dan tak lupa ucapin thanks dan hati-hati. 2 hari kemudian tiba waktunya Jull harus jawab pertanyaan itu. Tapi Jull juga sudah mempunya jawaban. Hari itu hari Jumat, didekat SMA Kartini mereka bertemu empat mata. Sebelum sholat Jumat dimulai Jull harus sudah memberikan jawaban itu. Jull merasa takut,seneng,tegang pokoknya jadi satu karena hal seperti itu baru pertama dialami oleh Jull. Akhirnya Jull menjawab,
            Jull ,“IYA, gue mau jadi pacar loe. Tapi tolong jaga gue selalu. Jangan pernah yang aneh-aneh.”
            Jawab Putra ,”bener ya, OK gue nggak akan yang aneh-aneh. Gue akan selalu jaga pacar gue.”
            Denger Putra ngomong gitu, Jull senang sekali dan hati terasa lebih nyaman.
            Jull berpikir,”Ternyata Putra itu baik juga, nggak seperti yang gue kira dulu.”
            Hari Jumat tanggal 1 April 2011 tepatnya jam 11.45, Jull menjadi pacar Putra. Dan saat itu Jull merasa percaya nggak percaya kalau dia uda punya cowok. Kenapa begitu, karena itu kali pertamanya Jull menjalin hubungan pacaran. Jull belajar tentang pacaran sedikit demi sedikit dari Putra yang sudah berpengalaman tentang pacaran. Jull juga berusaha agar dia bisa menjadi pacar yang baik. Minggu pertama hubungan mereka berjalan sangat mulus dan bahagia. Putra selalu perhatian dengan Jull. Bahkan saat berangkat les dia juga selalu jemput Jull. Walaupun saat itu berangkat les Jull tidak memakai helm dan akhirnya ketilang polisi. Sebenarnya dari awal Jull nggak minta dijemput disekolah sebelum berangkat les. Namun saat Jull keluar dari sekolah, Putra sudah ada di depan sekolah. Tapi Putra baik, dia ngga minta ganti rugi buat tilangan polisi itu. Setelah kejadian itu Jull nggak mau lagi berangkat les dijemput oleh Putra. Jull lebih milih naik angkot. Waktu itu pernah dia ngajak Jull maen, tapi sayangnya Jull tidak bisa. Hampir tiap hari Jull selalu dipenuhi dengan kegiatannya. Tapi Jull bilang kalau dia bisa pasti dia mau. Walaupun mereka satu sekolah, namun mereka jarang sekali bertemu dan bersama. Setiap ketemu paling juga cuma say hello, dan bersama paling juga kalau pas les.
            Saat itu libur 4 hari karena kakak kelas XII melaksanakan Ujian Nasional. Jull ingin sekali mengajak Putra maen. Tapi Putra sibuk dengan aktifitas futsal dan maen dengan teman-temannya. Semanjak libur 4 hari itu Putra sedikit berubah. Putra sudah tidak perhatian seperti 1minggu yang lalu. SMS jarang, kasih kabar jarang, sehingga itu semua bikin Jull khawatir akan keadaan Putra. Setiap Jull SMS Putra pun jawabannya selalu singkat. Pasti jawabannya nggak apa-apa. 2 hari SMS Jull dicuekin. Tega nian Putra membiarkan Jull yang kehilangan perhatian dari Putra. Bahkan Jull maen bareng dengan teman-temannya pun Putra nggak bilang hati-hati. Padahal kata-kata itulah yang bikin hati Jull terasa lebih nyaman. Namun tiba-tiba ada SMS masuk di HP Jull. Dan itu SMS dari Putra.
            Putra,“hati-hati, berdoa selalu”.
            Jull bahagia baca SMS itu namun setelah itu jawaban SMS dari sangat cuek. Jull pun sampe males membalannya. Sehingga HP Jull yang pegang temen-temen Jull. Jull bingung dengan perubahan sikap dari Putra. Secepat itu perhatian Putra hilang dan jarang sekali ngasih kabar kepada Jull. Tiap harinya mereka sudah tidak kontel-kontekan lagi. Bahkan hubungan itu sudah nggantung (putus nggak, berjalan juga nggak). Jull nggak bisa menjalani status hubungan yang seperti itu. Status yang menggantung itu sangat menyakitkan. Jull sudah tak tau lagi harus berbuat apa untuk hubungan itu.
            Jull berpikir, “ kenapa hubungan gue jadi begini? Apa gue salah sama dia? Gue keras kepala?”.
            Kebingungan itu nggak bisa Jull pendam sendiri. Lalu dia sharing kepada teman terdekat Putra yang bernama Mesya. Mesya teman dekat Putra dari sejak SD. Dia selalu membantu Jull. Pada saat itu, Jull ke rumah Aim bersama Mesya dan Hasta. Disitu mereka membahas giman hubugan Jull ini. Rumah Putra dan Aim lumayan dekat. Sehingga Mesya dan Hasta mencoba ke rumah Putra untuk membicarakan hubungan Jull dengan Putra. Jull ikut ke sana tapi dia sembunyi karena kalau Putra lihat Jull pasti Putra nggak akan mau bertemu dengan Mesya. Putra ditelpon Jull aja malah diriject.
            Tanya Mesya, “Put, loe ada apa dengan Jull? Kenapa Jull loe gituin? Loe tu masih sayang sama Jull nggak sih? Kalau memang loe masih sayang, loe jangan sakiti dia. Dia sayang sama loe. Dia itu cerita sama gue sampai nangis-nangis. Apa loe tega buat Jull kayak gitu?”.
            Jawab Putra, “gini sya, gue tu nggak ada maksud apa-apa buat gituin Jull. Tapi untuk saat ini emang gue lagi ngga bisa dulu. Gue juga masih sayang sama Jull. Maka dari itu gue nggak mau nyakitin Jull”.
            Saran Mesya buat Putra, “gini ya Put, mending besuk loe ketemuan sama Jull, loe omongin baik-baik masalah kalian berdua.  Jangan bikin Jull nangis lagi. Dia baru pacaran sekali udah kamu sakitin. Ok Put?”.
Jawab Putra,”OK deh Sya, besuk gue ketemu sama Jull.”
            Keesokan harinya Putra mengajak Jull bertemu jam10. Namun Jull tidak bisa karena Jull ada kegiatan untuk acara sekolah. Kegagalan pertemuan itu membuat tundanya selesai permasalahan. Di SMS, respon dari Putra pun sudah berubah. Dia sering negatif thinking pada Jull. Padahal sebelumnya Putra tak pernah berprasangka seperti itu dengan Jull. Semenjak itu Jull sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Jull mengungkapkan perasaannya yang sedalam-sedalamnya dengan Putra, namun hal itu pun tidak bisa merubah keputusan Putra yang ingin mengakhiri hubungannya. Pada saat istirahat kedua, Jull dan putra bertemu. Mereka membicarakan hal yang membuat hubungan mereka menjadi jauh. Dan ternyata permasalahan itu adalah Putra mempunyai planing yang itu sulit untuk didapatkannya. Dan cara yang paling tepat itu, Putra memilih untuk tidak berpacaran dengan Jull. Hal itu sangat menyakitkan Jull. Namun Jull harus mengerti akan planing Putra. Dan resiko apabila tidak memilih salah satu dari planing atau menjalin hubungan itu, Jull tidak bisa sedekat dengan Putra saat awal pacaran, seperti SMSan, maen bareng, pulang bareng, dll. Sebenaranya sangat berat untuk Jull mengatakan putus dengan Putra. Jull sangat sayang dengan Putra. Putra pun juga demikian. Namun dalam kehidupan ini harus ada satu pilihan untuk yang terbaik. Sepulang les, itu waktu terakhir Jull bersama dengan Putra. itu yang terakhir Jull diantar pulang oleh Putra. Putra mengatakan bahwa dia akan selalu dekat dengan Jull dan tidak akan meninggalkan Jull.
            Selasa, hari ke-26 hubungan Jull dan Putra. saat istirahat mereka bertemu dan mengatakan kalau sepakat kita putus dengan baik-baik tanpa ada masalah apapun. Dan mereka tetap deket sebagai sahabat. Perasaan Jull sebenernya sakit banget dengan kata putus itu, Jull sayang dengan Putra. Tapi memang hubungan mereka sudah tidak bisa berlanjut lagi. Mulai detik itu, Jull sudah berstatus single dan itu pengalaman pertama Jull dalam hal percintaan dan menjalin hubungan pacaran.

0 komentar:

Posting Komentar

namaku Riska Zulia Anggraeni, biasa temen manggil Jull, aku orangnya always smile, and susah berhenti deh kalo ketawa, dari penampilanku rambut selali berponi
Diberdayakan oleh Blogger.